Workshop Bank Sampah, Menjadikan Sampah Bernilai Ekonomi

Semarang, Gatra.com – Sampah  selama ini cenderung diabaikan dan menjadi masalah lingkungan. Ternyata, bila  dikelola secara baik dan dimanfaatkan  seperti di buat kompos dan hasil kerajinan tangan,   sampah menjadi bernilai ekonomi.

Hal itu disampaikan Fery Prihantoro dalam workshop pengelolaan sampah yang diselenggarakan  Yayasan Bintari kerja sama dengan USAID dan Pemeirntah Kota Semarang yang berlangsung di Hotel Grasia, Semarang, Kamis (9/5).

Penyelenggaraan acara itu, menurut Feri,  adalah untuk membantu pemerintah kota dalam mengurangi dalam mengatasi persoalan sampah yang di Semarang.

“Kami mencoba membangun kesadaran masyarakat untuk peduli dengan sampah dengan menawarkan untuk cara kelola sampah agar mempunyai nilai ekonomi” kata Ferry kepada Gatra.com, seusai acara.

Ferry mengatakan, Permasalahan sampah di Tanah Air, khususnya di kota Semarang, tampaknya semakin lama akan semakin rumit. Terlebih, saat ini pemerintah telah menerapkan kebijakan plastik berbayar dalam rangka mengurangi volume sampah. Kebijakan demikian bisa dimaklumi, mengingat sampah berbahan plastik sulit terurai. Sampah berbahan plastik akan menjadi persoalan besar jika tidak segera diatasi dengan baik.

“Apalagi sampah itu hanyut sehingga muaranya sampai ke laut akan mencemari lautan dan menjadi makanan ikan, sehingga di khawatirkan, ikan-ikan akan mati karena mengonsumsi sampah” kata Ferry.

Karena itu, Ferry merasa perlu mengundang 31 pengelola bank sampah untuk membahas program bersama dalam mengatasi permasalahan sampah yang ada di kota Semarang.

“Nantinya, dari setiap bank sampah, ada 3 personel yang melakukan sosialisasi dan mengajak warga masyarakat untuk lebih peduli dengan sampah dan menjadikan sampah sebagai aset tabungan di bank sampah” kata Ferry.

Diakui Ferry bahwa pengelolaan sampah dari hulu ada kesalahan, sehingga hasil akhir di tempat penampungan pun menjadi tidak terkelola dengan baik. Pemisahan antara sampah organik dan nonorganik yang seharusnya mudah dilakukan, pun menjadi rumit.

Upaya untuk  mengurangi membeludaknya sampah adalah dengan cara mengolahnya. Dengan mengolah sampah,   penumpukan sampah yang baunya tidak sedap bisa terkurang. Di samping itu juga mencegah timbulnya penyakit dan bencana lingkungan akibat sampah yang menumpuk.

Bila sampah dimanfaatkan, akan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi seperti kompos dan hasil kerajinan tangan yang dapat dijual. Salah satunya dengan membentuk bank sampah  di kota Semarang.

Ferry berharap, dengan pembinaan dan pengelolaan dengan model bank sampah akan bisa mengurangi volume sampah dan tidak terbuang sia-sia ke sungai dan mereka mendapatkan nilai dari hasil sampah yang dikelola.

“Kita ingin membuat rencana kerja bersama mereka agar bisa mengelola dan memberdayakan masyarakat dengan keberadaan bank sampah. Kami ingin menyusun rencana program kerja, dengan memberikan stimulan dan fasilitas berupa pendampingan” kata Ferry.

 

Berita ini telah dimuat pada laman: https://www.gatra.com/detail/news/415027/economy/workshop-bank-sampah-menjadikan-sampah-bernilai-ekonomi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *