Projek Kami

Laporan Kinerja Yayasan Bintari Tahun 2015 – 2020

Januari 29, 2021

SAMBUTAN

Kepada Tuhan yang mencipta dan memelihara alam semesta, puji syukur kami panjatkan atas tersusun Laporan Kinerja Yayasan BINTARI Tahun 2015-2020. Kepada segenap pemangku kepentingan BINTARI: kelompok sasaran, mitra kerja, pegiat, dan pekerja, kami menyampaikan terima kasih atas sumbangsih dan kerja keras selama enam tahun mendampingi transformasi menuju masyarakat yang berketahanan dan berkelanjutan.

Laporan ini merupakan wujud pertanggung jawaban BINTARI kepada publik dan pemangku kepentingan, yang telah memberikan mandat dan kepercayaan. Juga kepada para mitra kerja yang berbagi gagasan dan sumber daya bahwa kerja-kerja dilakukan dengan tepat sasaran,bermanfaat, berdaya guna, dan akuntabel.

Akhir kata, semoga laporan ini memberikan gambaran yang jelas tentang kontribusi BINTARI dan memacu kontribusi yang lebih besar lagi di masa mendatang.

 

LATAR BELAKANG

Periode 2015–2020 merupakan fase konsolidasi organisasi bagi BINTARI. Ppergantian dan penataan personil serta perbaikan sistem keuangan menjadi tantangan besar untuk memenuhi standard akuntabilitas LSM.

Sementara itu, kecenderungan pencemaran lingkungan semakin meningkat. Pencemaran sampah plastik menempatkan Indonesia sebagai kontributor sampah plastik laut. Emisi GRK Indonesia meningkat 595.665 Gg CO2e pada tahun 2018, jauh meningkat dibanding emisi tahun 2000. Daerah terdampak iklim di wilayah kerja BINTARI semakin meningkat.

Kenyataan ini memberi tantangan luar biasa. Namun komitmen global dan pemerintah juga menunjukkan perbaikan, diantaranya melalui Paris Agreement dan proses negosiasi pengendalian plastik dan mikro-plastik. Pendanaan lingkungan dan iklim juga meningkat misalnya melalui Adaptation Fund dan Green Climate Fund.

Pendanaan lingkungan bilateral untuk Indonesia mulai bergeser terutama karena Indonesia telah menjadi upper middle-income country. Pendanaan multilateral meningkat dengan skala yang besar namun membutuhkan syarat kemitraan yang semakin kompetitif.

Era hibah skala kecil dengan syarat lunak sudah jauh berkurang. Hibah – hibah dengan syarat lebih kompetitif, penyertaanco-financing, dan indirect cost rendah menjadi pendorong untuk melakukan transformasi tata kelola BINTARI dalam mobilisasi sumber daya dan berkontribusi pada perbaikan lingkungan di wilayah kerja.

BINTARI berkonsolidasi dan bertransformasi lebih modern, akuntabel, dan inovatif. Tujuannya untuk berkontribusi lebih luas dan signifikan pada perbaikan lingkungan dan iklim. Hasil kinerja selama periode 2015-2020 disampaikan dalam laporan kinerja ini.

TUJUAN PELAPORAN

Pelaporan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pemangku kepentingan tentang pengelolaan sumberdaya dan pengetahuan BINTARI dalam mencapai visi dan misi. Hal ini menjadi bagian praktek baik dan tanggung jawab kepada publik.

 

VISI & MISI

BINTARI ingin menegaskan bahwa masyarakat di wilayah kerja harus menjadi pelaku dan bagian dari solusi permasalahan global. Perubahan iklim dan pencemaran lingkungan lintas batas negara merupakan salah satu tantangan terbesar abad ini yang mengancam ketahanan dan keberlanjutan masyarakat. Setalah melalui dialog dengan dengan pemangku kepentingannya maka BINTARI memformulasikan visinya sebagai berikut:

Menjadi mitra unggul dalam transformasi masyarakat yang berketahanan dan berkelanjutan

Untuk mencapai visinya, BINTARI telah menempuh berbagai upaya melalui empat misi. Misi dan pelaksanaannya selam periode 2015-2020 meliputi:

Misi 1: meningkatkan professionalitas, transparansi, dan akuntabelitas dalam tata kelola organisasi

  • Meningkatkan jumlah dan kualitas personil administrasi dan keuangan untuk memenuhi SOP yang ditetapkan
  • Menjalankan tata kelola keuangan menggunakan standard pengelolaan keuangan Yayasan (dari PSAK 45 ke ISAK 35)
  • Memisahkan otorisasi staf yang menggunakan, mereview, dan yang menyetujui anggaran.
  • Menggunakan software akuntansi yang diakui dan berstandard nasional

Misi 2: mengembangkan kerjasama & kemitraan dengan stakeholder strategis

  • Mengembangkan kerjasama dan kolaborasi dengan organisasi di Jepang, AS, Spanyol, dan Jerman
  • Menunjuk liaison officer di Jepang
  • Memiliki kemitraan jangkapanjang dengan Friend of Earth (FoE) Jepang dan Arbieter Samariter Bund (ASB) Jerman

Misi 3: mengelola pembelajaran dan inovasi pengelolaan lingkungan

  • Mengaplikasikan model-model baru dalam sanitasi, Pemecah Gelombang Laut, Sistem Peringatan Dini bencana, dan kolaborasi pengelolaan sampah antara produsen dan konsumen (EPR)
  • Mengembangkan modul dan film untuk mendukung replikasi dan diseminasi
  • Mempromosikan model-model yang dikembangkan BINTARI kepada aktor pembangunan lain

Misi 4: menyebarluaskan praktek-praktek baik pengelolaan lingkungan

  • Memiliki staf komunikasi secara khusus untuk mendesiminasikan capaian
  • Meningkatnya kanal media komunikasi BINTARI
  • Meningkatnya reportase, dan terbitan tulisan
  • Meningkatnya komunikasi dan kunjungan ke wilayah kerja BINTARI
  • Adopsi pendekatan dan metode yang dikembangkan BINTARI oleh pelaku/organisasi lain

 

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi BINTARI terdiri dari Pembina, Pengurus, dan Pengawas. Pembina bertugas memberi arahan terhadap kebijakan umum organisasi sedangkan Pengawas bertugas memantau dan mengawasi pelaksanaan kebijakan. Pengurus bertugas menjalankan organisasi sesuai dengan mandat anggota dan kebijakan umum Pembina.

Pembina / Trustees

  1. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D (Ketua)
  2. Dr. Po King An Budi Widianarko, DEA
  3.  Dr. Sri Mulyani ES., M.Pd
  4. Bambang Pramudyanto, MSi

Pengurus / Executives

  1. Ketua : Dr. Joesron Alie Syahbana, M.Sc
  2. Wakil Ketua : Ir. M. Edi Waluyo
  3. Sekretaris : Feri Prihantoro, ST
  4. Bendahara : M. Nurhadi, ST

Pengawas/Supervisors

  1. Gunarto, MM (Ketua)
  2. Dr. Ir. AgusHadiyarto, MSi

 

TIM PENGELOLA

Pengurus BINTARI menunjuk Tim Pengelola untuk menjalankan organisasi sehari-hari. Selama periode 2015-2020, susunan Tim Pengelola berubah beberapa kali, menyesuaikan kebutuhan dengan komposisi terakhir sebagaimana organogram.

 

Jumlah Tim Pengelola secara keseluruhan fluktuatif namun pada 2020 terdiridari 23 personil.

PROGRAM, HASIL, & DAMPAK

Selama periode 2015-2020, BINTARI mengelola program dan proyek dengan berbagai isu dan topik mulai dari rehabilitasi mangrove, pengelolaan sampah, sanitasi, pengelolaan bencana, kajian lingkungan hidup, dan konservasi spesies. Di masing – masing program/proyek terdapat empat isu lintas sektor yang mengikatnya kini perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, keanekaragaman hayati, dan inklusifitas.

Program/proyek didanai dari berbagai pihak mulai dari lembaga multilateral, bilateral, pemerintah, swasta, dan bahkan masyarakat melalui crowd funding.

YEAR PROJECT PARTNER FUNDING BUDGET
2015-2016 Enhancing Coastal Community Resilience by Strengthening Mangrove Ecosystem Services and Developing Sustainable Livelihoods in Semarang City MCI, Semarang City Government, IUCCE The Rockefeller Foundation US$   71,400
2015-2020 Respond & Rehabilitation of Climate & Environmental Disaster (TANGGUH) Semarang, PekalonganCitites& District Governments JFGE, FoE Japan, & Ichiyoshi US$ 220,000
2017 Community Development for PV Construction in Karampuang Island Mamuju District Government The MCA Indonesia US$   26,000
2017-2020 Indofood Waste Initiative (Waste Bank Development and Noodle Packaging Take-back mechanism) Waste Bank, Green WARMINDO Indofood US$   33,800
2018-2019 Environmental and Social Management Program for Micro-hydro Power Plant in LubukGadang Solok Selatan District Government The MCA Indonesia US$   74,000
2018-2020 Improvement of Waste Recycling & Management Collaboration (PILAH-1) Semarang City Government, Waste Bank, Green WARMINDO MWRP USAID US$  245,000
2019 Participatory Land Use Planning in Cilacap Cilacap District Government FAO US$   26,000
2019-2022 Improving Adaptive Capacity for Coastal Communities in Indonesia and the Philippines ASB, ACCORD BMZ Germany US$  511,200
2020-2022 Improving the Readiness of TPS 3R as partners for Waste Reduction by Producers (PILAH-2) GIZ Thai-Germany EU US$  120,000
2018-2020 Individual Consulting & Coaching Local Governments Local/Foreign Governments, & International Organizations US$  150,000

 

Total fund managed within the period of 2015-2020 in US Dollar

Wilayah kerja BINTARI telah tumbuh sangat signifikan selama periode 2015-2020. Wilayah kerja hanya mencakup tiga kabupaten/kota di Jawa Tengah pada tahun 2015. Pada tahun 2020, jumlah wilayah yang didampingi mencapai 25 kabupaten/kota termasuk tiga kabupaten/kota di luar wilayah Jawa Tengah.

 

Penerima Manfaat Langsung/ Direct Beneficiaries

(Household)

Jumlah penerima manfaat langsung juga tumbuh pesat dari sekitar 550 rumah tangga pada 2015 menjadi lebih dari 4.134rumah tangga pada tahun 2020. Masyarakat memperoleh manfaat langsung dalam bentuk pelatihan, bantuan alat, pendapatan tambahan, dan penyediaan sarana prasarana.

 

AGENDA MENDATANG

Dalam lima tahun mendatang, BINTARI akan meningkatkan kontribusi perbaikan lingkungan dan mewujudkan masyarakat yang lebih berketahanan dan berkelanjutan. Agenda prioritasnya adalah:

  • Meningkatkan tata kelola keuangan yang teraudit secara regular
  • Mengembangkan unit-unit kewirausahaan sosial sebagai tindak lanjut fase percontohan
  • Memperluas wilayah kerja, kelompok dampingan, dan penerima manfaat tingkat nasional terutama wilayah Indonesia bagian timur
  • Meningkatkan penelitian-penelitian aplikatif untuk mendukung inovasi

 

UCAPAN TERIMA KASIH

BINTARI menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra kerja dan donor atas dukungan dan Kerjasama selama 2015-2020.

 

Disclaimer:gambar sampul diperoleh dari:

https://www.pekalonganinfo.com/kota-pekalongan/mck-adaptif-bandengan-pilot-project-sanitasi-wilayah-terdampak-rob/

kepada media disampaikan terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *