Didampingi Yayasan Bintari, Bank Sampah Indria Jaya Kelurahan Kalipancur Galakkan Pengelolaan Sampah

Kelurahan Kalipancur Semarang dan Dinas Lingkungan Hidup Semarang bekerjasama dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Noodle Division Cabang Semarang meluncurkan pengelolaan sampah melalui bank sampah.

Dipilih Kelurahan Kalipancur karena daerah tersebut sudah lama menerapkan pengelolaan bank sampah yang sudah dilaksanakan di tiap RT dan RW.

Deni Puspahadi CSR Senior Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Tbk mengatakan sampah menjadi permasalahan yang tidak akan berhenti dan pihaknya berkolaborasi dalam pengelolaan sampah secara holistik dan terintegrasi melibatkan semua pihak dari pemerintah, industri dan masyarakat. Bank sampah Indria Jaya Kelurahan Kalipancur ini telah didampingi Yayasan Bintari sejak 2017.

“Kita sudah Inisiasi di Jakarta, Lampung, Surabaya dan sebisa mungkin akan dilakukan di seluruh unit operasional Indofood,” katanya saat peresmian di Kelurahan Kalipancur, Kamis (8/3).

Deni menambahkan tujuan utama dari pengembangan bank sampah ini bagaimana masyarakat sadar terhadap lingkungan sekitar agar bersih dan sehat serta bisa menghasilkan nilai ekonomis.

Arief dari Yayasan Bintari menjelaskan di Kecamatan Ngaliyan ada tiga kelurahan yang dijadikan pilot project bank sampah yaitu Kelurahan Kalipancur, Tambakaji dan Beringin. Namun dari tiga kelurahan tersebut difokuskan di Kelurahan Kalipancur dan Tambakaji dikarenakan kesiapan masyarakat sekitar, dukungan dari pemerintah dan embrio kelembagaan.

Bank sampah di Kelurahan Kalipancur ini setiap harinya bisa menampung sekitar 500 kg sampah berupa plastik kertas, botol air mineral, kardus dan besi.

“Sistemnya kelompok setor ke unit masing-masing RT dan RW untuk kemudian disetor ke kelurahan.  Modelnya simpanan tabungan dan pencairan sesuai kebutuhan nasabah, ada rekening sampah,” ucapnya.

Sampai saat ini sudah ada 33 nasabah yang merupakan kelompok RT, RW maupun sekolah namun juga ada nasabah perorangan.

Lurah Kalipancur Indriastuti menuturkan awal dibentuknya bank sampah sejak 2016 harus mengubah pola pikir masyarakat tentang pengelolaan sampah yang saat itu masih belum tahu.

“Kesadaran masyarakat susah tapi lama kelamaan sampah menurut mereka menguntungkan. Kita sosialisasikan bank sampah dengan kegiatan sekolah, instansi  setiap minggunya,” tuturnya.

Bahkan sekarang di RW 3, 5 dan 6 di Kelurahan Kalipancur sudah ada kelompok yang mengolah sampah menjadi cinderamata.

Berita ini telah dimuat pada laman : https://www.suaramerdeka.com/news/baca/26617/kelurahan-kalipancur-galakkan-kelestarian-lingkungan-lewat-bank-sampah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *