BINTARI paparkan hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Brebes Tahun 2017-2022

Dinas Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Kabupaten Brebes bekerjasama dengan BINTARI telah melaksanakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kajian ini dilakukan untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam kebijakan, rencana, dan/atau program RPJMD di Kabupaten Brebes.

Selasa, 17 April 2017 BINTARI memaparkan hasil kajian KLHS RPJMD Kabupaten Brebes Tahun 2017-2022 di Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Kabupaten Brebes dalam acara Konsultasi Publik Kajian KLHS RPJMD Kabupaten Brebes Tahun 2017-2022.  Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Brebes, Idza Priyanti dan dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Camat seluruh wilayah Kabupaten Brebes, anggota Kelompok Kerja Pengendalian KLHS RPJMD, dan Tim Penyusun RPJMD.

Dalam pembukaannya, Idza Priyanti menyampaikan bahwa wilayah Kabupaten Brebes merupakan lumbung pangan dan minimal harus mempertahankan ketahanan pangan yang ada saat ini. Kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Wilayah Kabupaten Brebes harus tetap menjaga kelestarian lingkungan. Melalui Kajian Lingkungan Hidup Strategis, diharapkan dapat memberikan masukan dan arahan dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.

 

Dalam paparannya, Feri Prihantoro dari BINTARI menyampaikan bahwa ada delapan isu pembangunan berkelanjutan prioritas yang ada di Kabupaten Brebes yaitu; masih tingginya kemiskinan dan rendahnya pendapatan daerah, rendahnya kualitas infrastruktur dan akses transportasi, tingginya alih fungsi lahan dan penurunan kawasan hutan, menurunnya kualitas dan kuantitas air baku, meningkatnya bencana terkait perubahan iklim, buruknya sanitasi permukiman, meningkatnya pencemaran udara, air dan tanah serta belum optimalnya produktivitas pertanian tanaman pangan.

Sementara itu, dari Kebijakan, Rencana dan Program RPJMD Kabupaten Brebes tahun 2017-2022 terdapat 4 KRP yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup yaitu pertama, rencana transportasi dan sarana wilayah yang meliputi pembangunan jalan lingkar utara, lingkar ciregol, pengembangan pelabuhan Bulakamba, TPA Ketanggungan dan pengembangan RSUD Brebes. Kedua, rencana pengembangan waduk dan bendungan di Kecamatan Bantarkawung dan Salem. Ketiga, rencana pengembangan permukiman yang menyebar di seluruh Kabupaten Brebes. Keempat, rencana pengembangan energi panas bumi di Kecamatan Paguyangan dan Sirampog sebagai bagian dari WKP Gunung Slamet dan Gardu Listrik di Kecamatan Tanjung.

Hasil kajian KLHS RPJMD yang telah disusun oleh tim KLHS RPJMD Kabupaten Brebes memberikan sejumlah rekomendasi untuk diintegrasikan dalam RPJMD Kabupaten Brebes tahun 2017-2022 guna meminimalisir dampak KRP RPJMD terhadap lingkungan dengan tetap mempertimbangkan visi Kabupaten Brebes “Menuju Brebres yang unggul, sejahtera dan berkeadilan”. (rb)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *