Rapat Koordinasi Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017

Pada 27-28 April 2017, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) bertempat di Surakarta. Dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta dari Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait dari Kabupaten/ Kota di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah, rapat koordinasi ini membahas mengenai kebijakan Inventarisasi GRK Nasional dan Sistem Informasi untuk Inventarisasi GRK tersebut yaitu SIGN-Smart GRK.

Dalam kesempatan ini, Dr. Ir. Joko Prihatno, M.M., Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan dan Verifikasi dari Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dinamika Inventarisasi GRK di Provinsi Jawa Tengah telah dimulai sejak 2010 dengan peran serta para pihak dengan dukungan program GIZ PAKLIM. Pada kesempatan ini, GIZ Paklim mendukung agenda ini melalui kerjasama dengan Yayasan Bintari, dimana personil Bintari menjadi fasilitator dalam rapat koordinasi ini. Tahun ini merupakan tahun ketiga dari Yayasan Bintari mendukung Provinsi Jawa Tengah dalam kegiatan sosialisasi Inventarisasi GRK.

Lebih jauh, sejak 2014 Yayasan Bintari merupakan salah satu Local Service Provider (LSP) dari Program GIZ PAKLIM untuk aktivitas Inventarisasi GRK serta perumusan rencana aksi terpadu mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Hingga saat ini Yayasan Bintari telah mendukung Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kudus dalam melakukan inventarisasi GRK dan penyusunan Rencana Aksi Terpadu Perubahan Iklim.

Hasil dari Rapat Koordinasi ini adalah bahwa sosialisasi mengenai kebijakan inventarisasi GRK harus terus dilaksanakan mengingat adanya dinamika perubahan OPD di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/ Kota. Selain itu, pemerintah Kabupaten/Kota perlu menyusun tim inventarisasi GRK terkait kebutuhan data aktivitas sektor inventarisasi GRK bersumber dari banyak OPD dan instansi swasta seperti kebutuhan data energi dan proses dan penggunaan produk industri.

Inventarisasi GRK yang sesuai prinsip yakni Transparan, Akurat, Lengkap, Konsisten dan Komparabel serta aktivitas mitigasi GRK di tingkat Kabupaten/ Kota sebagaimana dituangkan dalam RAD GRK yang mengacu pada Rencana Aksi Nasional (RAN) GRK perlu dilakukan secara konsekuen demi mencapai komitmen penurunan emisi GRK nasional sebesar 29% pada tahun 2030 atau 41% dengan bantuan dunia internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *