Kajian Pengurangan Sampah Skala Kota di Kota Pekalongan

Manajemen sampah di Kota Pekalongan saat ini sudah memasuki kondisi yang kritis karena keterbatasan kapasitas TPA Degayu dalam mengelola sampah. Guna mengatasi permasalahan tersebut, tengah disusun perencanaan TPA regional.  Kota Pekalongan juga menerapkan strategi lain yaitu pengurangan sampah padat perkotaan. Strategi pengurangan sampah perkotaan ini dilakukan dengan mengembangkan TPS 3R di setiap kelurahan. Operasional dan manajemen TPS 3R dalam pelaksanaannya tidaklah mudah utamanya dari perspektif sosial ekonomi. Meskipun kota telah memberikan subsidi untuk operasional TPS 3R melalui dukungan peralatan yang dibutuhkan dan biaya operasioal namun kenyataannya kesuksesan TPS 3R belum terwujud. Agar dapat memutuskan model pengembangan TPS 3R untuk replikasi selanjutnya, maka sangat perlu dilakukan evaluasi terhadap kosep yang ada saat ini.

Melalui dukungan GIS-PAKLIM, kajian ini ditujukan untuk mengembangkan konsep optimalisasi TPS 3R melalui intermediary business entity di Kota Pekalongan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. Kajian dilakukan melalui survey pengelolaan TPS 3R, analisis pasar dan analisis bisnis selama 3 bulan (Agustus – Oktober 20116).

Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan TPS 3R Kota Pekalongan masih belum optimal dari indikator tingkat layanan warga, jumlah sampah terkelola dan besaran residu yang diangkut kembali ke TPA. TPS 3R Kota Pekalongan saat ini hanya melayani 0,91% dari keseluruhan KK di Kota Pekalongan. Jumlah sampah terkelola pada tiap TPS 3R rata-rata hanya sebesar 52 m3/bulan atau 10.400 kg/bulan dengan jumlah residu terangkut ke TPA masih mencapai rata-rata 50%. Kurang optimalnya pengelolaan TPS 3R disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; fisik kawasan karena rob, belum adanya pengelola, peralatan yang mulai rusak dan sistem tata kelola yang minim pengawasan.

Optimalisasi Pengelolaan TPS 3R di Kota Pekalongan dapat dilakukan melalui dua skenario, yakni; (1) Skenario Business as Usual (BAU) dan (2) Skenario Alternatif. Skenario BAU secara umum hanya melanjutkan pengelolaan TPS 3R oleh Pemerintah Kota Pekalongan dengan beberapa perbaikan meliputi peningkaan upah pekerja dan sistem pengawasan yang lebih baik. Pada Skenario Alternatif dilakukan transformasi TPS 3R sebagai agen Bank Sampah. Trasformasi meliputi pola kerja TPS 3R dan pembagian tenaga kerja.

Pengembangan entitas bisnis untuk mendukung pengurangan sampah juga dapat dilakukan melalui dua skenario, yakni; (1) Skenario BAU dan (2) Skenario Bisnis yang terdiri dari tiga model (Bank Sampah, Pancacahan Plastik dan Kombinasi). Skenario BAU merupakan skenario yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui pembentukan Bank Sampah Kota melalui skema subsidi pemerintah. Pada skenario bisnis dilakukan analisis ekonomi pada masing-masing model. Masing masing penghitungan menunjukkan bahwa masing-masing model menunjukan tingkat profitabilitas dengan target pengelolaan masing-masing adalah; (1) Bank Sampah: 14 ton/bulan, (2) Pencacahan Plastik: 6 ton/bulan dan (3) Kombinasi: Penjualan sampah 6 ton/bulan dan pencacahan plastik 6 ton/bulan. Skenario BAU berpotensi mengurangi sampah Kota Pekalongan hingga 12.000 kg/bulan, sementara itu pada Skenario Bisnis dapat berpotensi untuk menyerap hingga 18.000 kg/bulan.

Pengelolaan sampah skala kota di Kota Pekalongan dikembangkan berdasarkan kombinasi antara skenario optimalisasi pengelolaan TPS 3R dan Skenario pengembangan entitas bisnis. Dua skenario besar dihasilkan yakni Skenario BAU (Penggabungan antara skenario BAU optimalisasi TPS 3R dan Skenario BAU pengembangan entitas bisnis) dan Skenario Bisnis (Transformasi TPS 3R dan masing-masing model bisnis). Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa Pengelolaan Sampah Skala Kota dengan Skema Bisnis berupa Transformasi TPS 3R dan Model Bisnis Kombinasi Bank Sampah dan Pencacahan Plastik merupakan model pengelolaan yang dapat memberikan dampak positif lebih banyak berupa pengurangan sampah, penyerapan tenaga kerja serta peningkatan ekonomi daerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *