Cegah Abrasi, Yayasan Bintari Tanam Mangrove Di Pesisir Kota Semarang

Sebagai implementasi atas keprihatinan masyarakat kota Semarang akan ekosistem pantai,Yayasan Bintari bersama Mercy coprs dan kelompok kerja perubahan iklim Kota Semarang seta pecinta alam dari beberapa universitas melakukan penanaman mangrove pada hari sabtu (19/11/16) di pesisir pantai Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Program penanaman ini pun sudah berjalan selam setahun di beberapa kelurahan yaitu Mangkang kulon, Mangkang Wetan, Mangunharjo, Karang anyar dan Tugurejo.

Selain penanaman mangrove, lokasi pesisir sepanjang 900 meter juga dibuat alat penahan ombak untuk melindungi tambak, sekaligus memperluas tempat tumbuh mangrove.

selain itu masyarakat juga bisa mengembangkan budidaya ikan dan yang tahan terhadap perubahan iklim,serta mengembangkan UMKM sperti kerupuk bandeng dan membuka ekosiwisata mangrove.

Dalam kegiatan kali ini juga di hadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono dan Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang Gunawan wicaksono semua yang hadir dalam kegiatan kali ini menyampaikan pendapat dan gagasan untuk menjaga wilayah pesisir Semarang.

“Rata rata pertahun, 92 hektar lahan hilang akibat abrasi. Pohon mangrove itu mempunyai fungsi penting mencecah abrasi air laut dan dari sisi ekologi bisa mejadi tempat tinggal ikan kecil dan hewan hewan yang ada di sekitaran tanaman mangrove,” katanya.

Selanjutnya, diharapkan agar warga masyarakat kota semarang bisa melestarikan tanaman mangrove untuk mencegah abrasi dan pelestarian lingkungan.

Berita ini dimuat di laman Radio Idola FM pada 19/11/2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *